Cinta di Gua Tsur

11.07.00



Telah mahsyur kisah nabi kita tercinta, bagaimana beliau terpaksa harus meninggalkan tanah air Mekkah yang beliau sangat cintai (Hubbul wathan) untuk melanjutkan dakwah ditempat yang lebih kondusif. Saking cintanya beliau dengan tanah air Mekkah, beliau pun bersabda dalam hadist yang diriwayatkan oleh Tirmidzi:

"Alangkah indah kau, negeriku. Kaulah tumpuan cintaku. Kalau bukan karena diusir kaumku, takkan pernah aku menetap selain di jantungmu"

Yang menarik dalam perjalanan nabi ini, berbagai hal disekeliling beliau semua menunjukkan cinta yang benar benar tulus dan kuat. Cinta tidak biasa, bahkan bisa dibilang tidak umum, sehingga semua nya seakan lebih mencintai beliau ketimbang diri nya sendiri. Sebuah cinta yang sulit kita temukan hari ini. Bahkan di antara seorang suami dan istri. Cinta ini benar benar kuat walau kala itu nabi Muhammad belum lama diangkat menjadi Rasulullah dan mendapatkan wahyu. Semoga setelah membaca kisah nabi ini, kita semua diperkenankan oleh Allah untuk melihat wajah Rasulullah walau hanya sebentar dan melalui mimpi. Betapa beruntung orang orang yang diberi kesempatan ini. Allahumma aamiin.

Ali Ibn Abi Thalib

Sosok Ali Kwh, adalah salah satu sosok yang membuktikan cintanya sejak dini kepada Rasulullah. Dengan segala risiko yang dihadapi, Ali bersedia menggantikan Rasulullah untuk mengelabui kaum Quraisy dengan berbaring di ranjang Rasul. Padahal, kala itu, Rasulullah tengah dijadikan sasaran pembunuhan oleh seluruh kabilah di Mekkah. Pemuda-pemuda Quraisy sudah berkumpul di luar rumah nabi untuk siap siap menyergap nabi. Mereka menunggu nabi keluar untuk dihujami oleh puluhan pedang, dipenggal lehernya, agar islam berhenti disebarkan. Ancaman ini tidak membuat sosok Ali gentar untuk menerima tugas dari Nabi. Ali juga mendapat amanah untuk mengembalikan barang-barang penduduk Mekkah yang dititipkan kepada nabi. Kenyataan yang amat lucu. Di satu sisi, penduduk Mekkah sangat percaya kepada Rasulullah sehingga mereka rela dan percaya untuk menitipkan harta-harta mereka kepada Nabi. Di sisi lain, mereka mengingkari nabi dan risalah yang beliau bawa.

Abu Bakar

Sebagai pendamping nabi dalam berhijrah menuju Madinah, sosok Abu Bakar memainkan peranan penting dengan berbagai bukti kecintaan yang ia tunjukkan sepanjang perjalanan. Ketika hendak memasuki Gua Tsur, Abu Bakar mengambil risiko dengan memasukinya terlebih dahulu. Abu Bakar dengan sigap memeriksa seluruh penjuru gua dan mengantisipasi adanya binatang buas di dalamnya. Abu Bakar pun menutup seluruh lubang lubang di dinding gua dengan kain dan benda lain khawatir akan muncul binatang dari dalam lubang tersebut. Setelah semua dirasa cukup aman, beliau mempersilahkan nabi untuk memasuki gua.

Karena kelelahan, nabi tertidur. Kepala beliau terbaring di pangkuan Abu Bakar. Sementara Abu Bakar tidak tertidur untuk menjaga nabi dari kemungkinan apapun. Sebuah bentuk kecintaan yang luar biasa mengingat Abu Bakar sendiri juga pasti lelah. Namun demi kekasihnya, Rasulullah, beliau terus terjaga.

Tiba-tiba, terdengar desisan ular. Abu Bakar kaget setelah menyadari bahwa masih ada satu lubang yang belum ia tutup. Melihat hal tersebut, buru buru Abu Bakar menutup lubang tersebut dengan telapak kaki beliau. Merasa dihalangi untuk keluar, sang ular kemudian mematuk telapak kaki Abu Bakar. Abu Bakar sama sekali tidak berteriak kesakitan karena takut kekasihnya Rasulullah terbangun. Beliau hanya terdiam menahan sakit sementara racun terus menjalar di seluruh tubuhnya, membuat tubuhnya terasa semakin dingin dan dingin.

Pada puncaknya, Abu Bakar hanya bisa menahan sakit hingga meneteskan air mata. Air mata ini kemudian menetes dan mengenai wajah Rasulullah. Rasulullah terbangun, dan menanyakan "ada apakah gerangan wahai Abu Bakar, kenapa engkau menangis, apakah Engkau menyesal melakukan perjalanan ini bersamaku?" Abu Bakar menjawab "Tidak ya Rasulullah, aku ridho mengikutimu kemanapun Engkau pergi. Aku menangis karena seekor ular telah menggigit kakiku.."

Mengetahui hal tersebut, Rasul kemudian mengusap telapak kaki Abu Bakar. Dengan keajaiban mukjizat tangan nabi yang mulia, seketika Abu Bakar berangsur angsur membaik dan racun yang menjalar di tubuhnya menghilang.

Adakah kekasih yang rela berkorban untuk menjaga yang dikasihinya tetap terlelap tidur dan bersedia dipatok ular seperti Abu Bakar?

Ular

Berbagai riwayat tidak menjelaskan dengan detail bagaimana selanjutnya yang terjadi dengan ular yang menggigit telapak kaki Abu Bakar. Kita tahu bahwa ketika kaki Abu Bakar diangkat dari lubang, lubang akan terbuka dan ular akan keluar. Kisah terkait ular di Gua Tsur ini saya dapatkan dari cerita beberapa Kyai kharismatik yang sangat saya takzimi. Meski saya belum menemukan dasar kitabnya, saya putuskan untuk menuliskan kisah ini karena saya percaya kepada beliau.

Menurut kisah tersebut, ular yang mematok Abu Bakar bukanlah ular jahat. Ular ini telah lama mendengar kabar bahwa telah diutus nabi akhir zaman, yang membawa risalah dari Allah SWT, Tuhan semesta Alam. Ular ini rindu pada baginda Nabi. Ia ingin melihat rupa Nabi yang ia tunggu tunggu tersebut. Ia pun tahu jika Allah sangat mencintai nabiNya tersebut hingga Allah berjanji "Barangsiapa memandang wajah kekasihku Muhammad dengan pandangan cinta, itu cukup untuk menggelarkan surga baginya". Dari situlah sang ular dengan sabar menanti di Gua Tsur. Ular tahu bahwa suatu hari sang Kekasih Baginda Rasulullah Muhammad akan singgah di gua tersebut. Ketika saat yang dinanti tiba, tak disangka jalan keluarnya ditutup oleh kaki Abu Bakar. Merasa kesal karena perjumpaannya dengan yang dinanti dihalang-halangi, ular pun mematok kaki Abu Bakar.

Darisini, terlihat bahwa ular sangatlah rindu baginda nabi. Hal sama yang kita rasakan saat ini sehingga kita sangat menyukai bersholawat kepada beliau. Sholawat adalah luapan cinta dan rindu kita kepada beliau, sang kekasih kita, pembawa rahmat bagi semesta alam. Ular, dimanapun mereka berada, tidaklah suka mengganggu manusia. Sangat disayangkan karena hari ini kita memasukkan nya dalam kategori binatang buas. Padahal, semua ular hanya menyerang ketika merasa kondisinya dalam bahaya atau terancam. Mereka bahkan akan berusaha menghindar sebisa mungkin jika kita bertindak pasif (coba perhatikan tayangan-tayangan National Geographic)

Merpati dan Laba laba

Kedua binatang ini bahu membahu untuk mengelabui kaum Quraisy yang sedang mengejar Rasulullah. Setelah Rasulullah dan Abu Bakar memasuki gua, merpati membangun sarang dan mengerami telurnya di depan gua. Sementara laba laba menebar jaringnya menutup mulut gua dengan sempurna seolah tidak ada yang pernah masuk kedalam gua tersebut. Kedua aksi binatang ini selain karena mukjizat Rasulullah, juga didorong oleh kecintaan mereka kepada Baginda Rasul. Mereka melakukan apa yang mereka bisa untuk melindungi kekasih Allah ini. Atas jasa mereka pada nabi kita tersebut, saya sangat menganjurkan untuk tidak menyiksa dan menyakiti kedua binatang ini. Mereka sama dengan kita, mencintai Rasululullah SAW.

Abdullah Ibn Abu Bakar dan Asma Binti Abu Bakar

Kedua anak Abu Bakar ini memiliki dua peran berbeda sepanjang persembunyian nabi di Gua Tsur. Abdullah Ibn Abu Bakar bertindak sebagai informan yang akan memberikan informasi tentang situasi dan kondisi kota Mekkah kepada nabi setiap harinya. Sementara Asma Binti Abu Bakar, mengirimkan makanan kepada Nabi dan Abu Bakar. Di usia yang masih sangat muda, mereka menunjukkan keberanian dan membuktikan cinta mereka kepada Nabi Muhammad SAW. Mereka bukan tidak mengerti risiko yang akan mereka hadapi ketika apa yang mereka lakukan diketahui oleh Kaum Quraisy, mereka paham dengan risiko itu. Namun, cinta yang dalam terhadap Allah dan Rasulnya yang telah tertanam di hati mereka, mengalahkan rasa takut mereka.

Amir Ibn Furaihah

Budak Abu Bakar ini adalah seorang penggembala kambing. Dengan sengaja ia mengarahkan kambing-kambingnya untuk merumput di sekitar Gua Tsur. Menyediakan susu segar kepada Nabi Muhammad setiap harinya. Ia pun baru beranjak dari Gua Tsur setelah kedua anak Abu Bakar yaitu Abdullah dan Asma pergi dari gua Tsur, menggilas jejak kedua kaki mereka dengan jejak kaki kambing. Semua itu ia lakukan karena kecintaan nya kepada Nabi.


Semoga Allah memuliakan mereka semua, para pecinta sejati Nabi Muhammad yang siap mati demi membela beliau. Allahumma aamiin.

You Might Also Like

0 comments

Popular Posts

Entri yang Diunggulkan

Untuk apa sekolah? [Penting dibaca para orang tua]

Untuk apa sekolah. Sebuah pertanyaan yang memiliki berbagai versi jawaban, tergantung  kepada siapa Anda bertanya. Pertanyaan ini merup...

Cari Blog Ini